Selasa, 20 November 2012

Sari Buah dan Sirup Buah

PENGOLAHAN SARI BUAH DAN SIRUP BUAH

Buah- buahan dapat diolah menjadi berbagai olahan produk seprti sari buah, sirup, manisan, selai (jam), jelly, anggur buah, acar dan lain-lain.  Pembuatan sari buah dan sirup buah pada prinsipnya sama , kecuali penambahan gula dan cara penyajiannya. Sari buah bisanya langsung diminum dan tanpa mengalami fermentasi, kadar gula yang terkandung berkisar 12-14%, sedangkan sirup buah penggunaan gula sampai 60% dan dikonsumsi setelah dilakukan pengenceran.
Untuk memperbaiki ”performance” kedua produk tersebut sering juga ditambahkan BTM ( Bahan Tambahan Makanan) yang berfungsi untuk memperbaiki warna, kemanisan, pengawet dan penstabil. Proses pembuatan meliputi kegiatan pemilihan buah, pngupasan dan pemotongan, penghancuran, ekstraksi ( pengambilan sari buah), pengendapan, pemasakan, penambahan gula dan bahan lain, pasteurisasi dan pembotolan.
A.     Buah
Buah yang digunakan dalam pembuatan sirup  harus berada dalam keadaan cukup matang dan segar. Buah harus memiliki kriteria :
1).    Buah sudah tua (mature )
2).    Sudah matang (lunak)
3).    Belum mulai membusuk
4).    Bau harum
5).    Tidak cacat fisik ( pecah atau diserang hama)
B.      Gula. 
Gula dipergunakan sebagai pemanis, memiliki peran yang besar pada penampakan dan cita rasa sirup yang dihasilkan. Disamping itu, gula juga bertindak sebagai pengikat komponen flavor. Pemanis yang paling umum digunakan dalam pembuatan sirup yang dalam kehidupan sehari dikenal sebagai gula pasir. Untuk sirup buah dalam 1 l sari buah tambahkan 600 gr gula pasir (60%) dan sari buah 120 gr gula pasir (12%).
C.      Asam Sitrat. 
Asam sitrat termasuk dalam golongan flavor enhancer atau bahan pemicu rasa. Bahan pemicu rasa merupakan bahan tambahan yang diberikan pada suatu produk pangan untuk memberikan nilai lebih pada rasa, sesuai dengan karateristik produk pangan yang dihasilkan. Biasanya, bahan pemicu rasa hanya ditambahkan dalam jumlah kecil.     Di dalam pembuatan sirup , asam sitrat digunakan untuk mengatur pH, terutama yang menggunakan buah-buahan dengan tingkat keasaman yang rendah sehingga tidak cukup untuk menghasilkan pH seperti yang diinginkan.
Penggunaan asam sitrat juga berfungsi untuk memberikan rasa dan aroma yang khas pada sirup, meningkat flavor ( mengimbangi rasa manis), serta memperpanjang umur simpan ( mengawetkan ) sirup tersebut. Umumnya penambahan asam sitrat dilakukan hingga pH sari buah yang dihasilkan mencapai ± 4,5 yaitu pH yang diinginkan untuk sari buah . Namum, sari buah yang telah cukup asam, tidak perlu ditambah asam sitrat.
D.     Pewarna. 
Pewarna ditambahkan ke dalam minuman atau sirup buah karena beberapa alasan, diantranya adalah untuk memperbaiki warna aslinya, untuk memperoleh warna standar, dan untuk menarik konsumen. Pada umumnya, pewarna yang ditambahkan ke dalam sirup adalah berupa pewarna sintetik. Adapun pewarna yang digunakan antara lain adalah tartrazine dan karamel .
E.      Bahan Pengawet.
Fungsi utama dari penggunaan bahan pengawet adalah untuk mencegah pertumbuhan mokroorganisme dalam bahan pangan sehingga masa simpan makanan atau minuman dapat diperpanjang. Penggunaan bahan pengawet kimia mempunyai beberap keuntungan, antara lain yaitu makanan atau minuman dapat tetap awet meskipun disimpan pada suhu kamar. Namun apabila sirup buah yang dibuat hanya sedikit dan lansung dikonsumsi, tidak perlu ditambah dengan bahan pengawet. Bahan pengawet yang paling umum digunakan untuk sari buah adalah natrium benzoat. Natrium benzoat memiliki bentuk kristal putih, rasa manis dan kadang-kadang sepet. Garam natium benzoat ini lebih mudah larut dalam air dari pada asam benzoat. Dalam pembuatan sirup buah, natrium benzoat dingunakan dengan dosis antara 0,05 % – 0,1 %. Penggunaan natrium benzoat pada kadar tersebut relatif tidak mempengaruhi rasa dan aroma sirup buah.
F.       Bahan Penstabil, 
merupakan suatu zat dapat berfungsi menstabilkan, mengentalkan atau merekatkan suatu makanan yang campur dengan air, sehingga dapat menbentuk cairan dengan kekentalan yang stabil dan homogen pada waktu yang relatif lama. Adapaun pencegah tersebut dapat dilakukan dengan pemanbahan bahan penstabil yaitu : Xantan gum 5 – 10 g /liter, Gelatin 5 – 10 g /liter, Karagenan 5 g /liter, Agar-agar 5 – 10 g /liter.
3. Pengolahan Sirup Buah
A.     Cara pengolahan sirup buah adalah :
1).    Buah yang masak ( 1 kg  ) dicuci dan dipilih yang baik, yang tidak cacat dan masih segar.
2).    Buah dikupas dan dibelah 4 bagian kemudian dicuci untuk menghilangkan getah dan kotoran lain .  Buah yang telah dicuci ditiriskan. Buah kemudian dikukus
3).    Selanjutnya buah dihancurkan dengan blender atau juice extractor . Buah yang diblender hancur beserta daging buahnya, sedangkan juice extractor akan didapat sari buahnya ( Filtrat) penggunaan alat ini sangat cocok untuk buah markisa, jambu biji, sirsak yang banyak kandungan airnya.
4).     Hancuran buah disaring dengan kain saring dan cairan sari buah ditampung dalam wadah , ampas sisa perasan digunakan digunakan untuk bahan pembuat selai (jam) buah
5).    Cairan sari buah disaring hingga tidak terdapat kotoran atau hancuran biji buah
6).     Cairan sari buah ditambahkan serbuk gelatin 2 gram, dipanaskan sepuluh menit sambil diaduk, galatin berfungsi untuk mengikat kotoran halus yang kemudian menggumpal dan diendapkan.
7).    Cairan disaring untuk memisahkan endapan kotoran dari sari buah jernih;
8).     Sari buah jernih ditambahkan gula pasir 600gram / 1 liter cairan buah, asam sitrat 3 gram dapat ditambah bahan pengawet Natriun benzoat 1 gram. Sari buah dipanaskan sampai suhu 80 C sambil diaduk 15 – 20 menit untuk melarutkan gula dan bahan lainnya.
B.      Cara pengolahan sari buah adalah :
1).    Filtrat yang didapat dapat diencerkan dengan perbandingan !:2 atau lebih untuk buah2 an yang beraroma kuat seperti buah kweni, nangka.
2).    Tambahkan gula sebanyak 120 gr/1 liter air filtrat dan bahan2 lain seperti asam sitra, pewarna dan pengawet.
3).     Untuk sari buah asam  dan pala tidak perlu ditambahakan asam sitrat. Perlakuan selanjutnya sama dengan sirup buah.
4. Pengemasan
Bahan sebagai pengemas harus tidak menyebabkan kontaminasi dengan sirup buah. Bahan yang biasa dipakai sebagai pengemas sirup buah adalah botol. Sebelum digunakan, botol harus dibersihkan  dahulu, kemudian sirup buah dimasukkan ke dalam botol satu persatu. Terakhir, botol ditutup rapat kemudian siap dilakukan pasturisasi. Sari buah dapat dikemas dengan kemasan cup dan ditutup dengan cup sealer.
5.  Pasteurisasi
Pasturisasi dilakukan dengan cara dipanaskan pada suhu 60 – 70 ÂșC selama 30 menit. Tujuan dari pasturisasi ini adalah untuk mematikan mikrobia-mikrobia bersifat patogen.
6. Pelabelan
Setelah dingin, sirup byuah diberi label. Label yang baik seharusnya menginformasikan tentang nama dagang, volume, bahan yang digunakan, bahan tambahan, tanggal kedaluwarsa, ijin depkes, label halal.




























\




Posted on by asep parizal Sukabumi | 26 comments

26 komentar:

  1. Met pagi,pak Asef bisa saya konsultasi saoal sari buah ,posting anda sangat baik
    Trimakassih jika berkenan hubungi saya di email ponijan67@gmail.com

    BalasHapus
  2. Malam pak, kenapa sirup markisa yg saya buat menjadi karbonisasi/ fermentasi? Tks sebelum & sesudahnya.
    hadromi19@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ossama, boleh minta nomor WA nya?
      Mau nanya2 sirup markisa.
      Cek email ya....

      Hapus
    2. Siang pak Asep..
      Saya mau nanya soal pemakaian natrium benzoat pada Syrup markisa.biasa pemakaianny pengawetny tu setelah Syrup dimasak atau sebelumny?trs pemakaianny klu untuk 7kg sari markisa bagusny natrium benzoatny brp bnyk y?
      Terima kasih

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. 1 l sari buah bisa jadi berapa sirup pak?

    BalasHapus
  5. Pak Asep, boleh minta nomor WA nya?
    Email : razali.adam@gmail.com

    BalasHapus
  6. Mohon penjelasan lanjutannya....

    Saya masih bingung dibagian pasteurisasi.
    Sirup dimasukkan ke botol. Kemudian baru pasteurisasi.
    Artinya botol kaca/plastik yg uda dimasukkan sirup dipanaskan lagi? Direbus atau digimanain?
    70-80 celsius selama 30 menit apa Ga ancur botolnya?

    Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
  7. Mohon penjelasan yg sangat susah menurut saya blm ada jalan keluar dalam produksi sirup temulawak saya. Masalah bentuk sirup setelah di diam kan lama sekitar 4nhari terjadiperpecahaan zat. Terlihat perpisahan endapan.. padahal sudah saya filter. Tp masih aja terjadi pemisahan. Ternyata itu zat curcumin. Yg lembut nya sama seperti air. Mangkanya lolos dalam filterisasi kertas saring. Dan saya coba menggunakan CMC, HASILNYA SAMA JUGA TETEP TERPISAH, CUMA BEDANYA WAKTU AGAK LAMA dikit PERPISAHAN NYA. Mohon nasehat kira2 pakai bahan apa untuk mencegah pemisahan 2 zat senyawa tapi berbeda berat nya. Kira2 pakai bahan tambahan apa ya pak.. agar bisa terikat?

    BalasHapus
  8. mohon bantuannya untuk penjelasan lebih lanjut mengenai proses pasteurisasi dan aplikasi gelatin untuk mengantisipasi pemisahan dalam produk.
    kami tunggu respon bapak. terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan kalau berkenan, bapak cantumkan no WA bapak di email nanti.. terimakasih pak.

      Hapus
  9. Ass pak asep, kalo untuk jamu sirup pengawet apa yg cck dan per ltrnya brp gr
    Trs apkah mskin pengawetnya saat direbus atau kpn
    Jenis apa yg tepat pngwetnya
    Mksh bnyk ats bantuannya. Wsl

    BalasHapus
  10. mohon bantuanya pak klaw cara pembuatan sari buah jeruk manis bagaimna pak dan cara2 pembuatan dan penambahan bhan pengawetnya,soalnye di tmpat sya bnyak jeruk

    BalasHapus
  11. Agan2 semua di chat. Buat group wa minuman sari buah. Diskusi ttg pembuatan sari buah 082311357704

    BalasHapus
  12. Kalau dlm pembuatan es susu bgmn takaran prngentalnya dan pengawetnya, mohon penjelasannya,, trimksi

    BalasHapus
  13. Untuk pembuatan minuman Rosella , penambahan natrium benzoat brp % dan apakah perlu pemanasan supaya larut sempurna ?

    BalasHapus
  14. Untuk pembuatan minuman Rosella , penambahan natrium benzoat brp % dan apakah perlu pemanasan supaya larut sempurna ?

    BalasHapus
  15. Ibu dan bapak.. Mohon maaf slow respon.. Soalnya jarang buka blog... Bila ada pertanyaan.. Boleh lewat Wa.. 081294693939

    BalasHapus
  16. Saya juga LG coba buat sirup gula asem dan kunyit asem pak, mohon bimbingan nya, terkait pengawet apa yg pas, saya dr semarang pak

    BalasHapus
  17. Ungguh luar biasa penjelasan nya pak Asep...
    Saya Abdul Hakim... Ingin membuat produksi minuman sari buah.. bagamana pencerahanya pak.. untuk mendapatkan hasil yg bagus dan bisa aman di masyarakat
    Saya berharap untuk di jawab dan ingin selalu belajar

    Terimakasih
    frankmachfud@gmail.com

    BalasHapus
  18. Sy smentr ini produksi susu kedelai pak tp Berpegmntsi stelah 2-3hri pling brthan 5hri rusak total ...mohon solusi Pak, sypa susu kedelai sy TDK byk yg rusak..mksi blas inbok masenger boleh pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga ingin mengetahui cara pengawetan susu sari kedelai brp mg dalam Mili liter dan cara mencampurkannya mohon penjelasan..
      Wa 085 645 161 144

      Hapus
  19. Salaam santun..saya Ishaq Ibnu Ali,mau konsultasi bagaimana ya.kemana saya hubungi?
    Mohon maaf,saya menyantumkan e-mail saya.@ishaq.ibnuali@gmail.com

    Terimakasih

    BalasHapus
  20. Salam
    Saya produksi juice kunci. Setelah pencampuran gula pasir . Asam sitrat sedikit setelah di beberapa ya kondisi sangat bagus. Tetapi setelah 3 jam an. Tejadi perpisahan berat jenis sari buah dan gula. Setelah disaring juga begitu. Mohon petunjuk bagaimana dan mengunakan zat apa spy dapat mengikat menjadi senyawa ..terimakasih

    BalasHapus
  21. Perkenalkan,
    Yaswan Jaya Machinery adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Dan dengan pengalaman kami sejak 2008 sampai sekarang di bidang mesin maka, kami dapat dipercaya beberapa perusahaan amdk untuk supply mesin cup dan water treatment.
    Kami menyediakan Mesin Portable Vacuum Sealer P-290
    Spesifikasi :
    Model : P-290
    Sumber daya : 120 / 220V 50 / 60Hz
    kekuatan : 220 W
    Waktu Seal : 1.5 ~ 15 Sec
    Waktu Vacuum dan Seal : 6 ~ 12 Sec
    Tekanan Vacuum : 0.080 MPa
    Ukuran Mesin : 390 x 148 x 72mm
    Berat Mesin : 1.93 Kg
    Beli 1 Vacuum = 1.550.000
    Beli 2 Vacuum = 1.350.000/per mesin
    READY STOCK...
    Khusus pembelian 2 Vacuum Sealer mendapatkan Harga Grosir
    Untuk pembelian 1 Vacuum Harga NORMAL
    Untuk informasi dan pemesanan silahkan menghubungi Contact person kami
    Ibu Meisya : 081.333.117.597
    Ayo Buruan beli...
    Mumpung barang lagi READY dan ada harga potongan jika Anda beli 2

    BalasHapus